Selasa, 17 Februari 2009

NEGARA KAMBOJA

Kerajaan Kamboja adalah sebuah negara berbentuk monarki konstitusional di Asia Tenggara. Negara ini merupakan penerus Kekaisaran Khmer yang pernah menguasai seluruh Semenanjung Indochina antara abad ke-11 dan 14.Kamboja berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di utara, Vietnam di timur, dan Teluk Thailand di selatan. Sungai Mekong dan Danau Tonle Sap melintasi negara ini.Menjelang kemerdekaannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia banyak membantu negara Kamboja ini. Buku - buku taktik perang karangan perwira militer Indonesia banyak digunakan oleh militer Kamboja. Oleh karenanya, para calon perwira di militer Kamboja, wajib belajar dan dapat berbahasa Indonesia.

Sejarah

Perkembangan peradaban Kamboja terjadi pada abad 1 Masehi. Selama abad ke-3,4 dan 5 Masehi, negara Funan dan Chenla bersatu untuk membangun daerah Kamboja. Negara-negara ini mempunyai hubungan dekat dengan China dan India. Kekuasaan dua negara ini runtuh ketika Kerajaan Khmer dibangun dan berkuasa pada abad ke-9 sampai abad ke-13.Kerajaan Khmer masih bertahan hingga abad ke-15. Ibukota Kerajaan Khmer terletak di Angkor, sebuah daerah yang dibangu pada masa kejayaan Khmer. Angkor Wat, yang dibangun juga pada saat itu, menjadi simbol bagi kekuasaan Khmer.Pada tahun 1432, Khmer dikuasai oleh Kerajaan Thai. Dewan Kerajaan Khmer memindahkan ibukota dari Angkor ke Lovek, dimana Kerajaan mendapat keuntungan besar karena Lovek adalah bandar pelabuhan. Pertahanan Khmer di Lovek akhirnya bisa dikuasai oleh Thai dan Vietnam, dan juga berakibat pada hilangnya sebagian besar daerah Khmer. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1594. Selama 3 abad berikutnya, Khmer dikuasai oleh Raja-raja dari Thai dan Vietnam secara bergilir.Pada tahun 1863, Raja Norodom, yang dilantik oleh Thai, mencari perlindungan kepada Perancis. Pada tahun 1867, Raja Norodom menandatangani perjanjian dengan pihak Perancis yang isinya memberikan hak kontrol provinsi Battambang dan Siem Reap yang menjadi bagian Thai. Akhirnya, kedua daerah ini diberikan pada Kamboja pada tahun 1906 pada perjanjian perbatasan oleh Perancis dan Thai.

Kamboja dijadikan daerah Protektorat oleh Perancis dari tahun 1863 sampai dengan 1953, sebagai daerah dari Koloni Indochina. Setelah penjajahan Jepang pada 1940-an, akhirnya Kamboja meraih kemerdekaannya dari Perancis pada 9 November 1953. Kamboja menjadi sebuah kerajaan konstitusional dibawah kepemimpinan Raja Norodom Sihanouk.Pada saat Perang Vietnam tahun 1960-an, Kerajaan Kamboja memilih untuk netral. Hal ini tidak dibiarkan oleh petinggi militer, yaitu Jendral Lon Nol dan Pangeran Sirik Matak yang merupakan aliansi pro-AS untuk menyingkirkan Norodom Sihanouk dari kekuasaannya. Dari Beijing, Norodom Sihanouk memutuskan untuk beraliansi dengan gerombolan Khmer Merah, yang bertujuan untuk menguasai kembali tahtanya yang direbut oleh Lon Nol. Hal inilah yang memicu perang saudara timbul di Kamboja.Khmer Merah akhirnya menguasai daerah ini pada tahun 1975, dan mengubah format Kerajaan menjadi sebuah Republik Demokratik Kamboja yang dipimpin oleh Pol Pot. Mereka dengan segera memindahkan masyarakat perkotaan ke wilayah pedesaan untuk dipekerjakan di pertanian kolektif. Pemerintah yang baru ini menginginkan hasil pertanian yang sama dengan yang terjadi pada abad 11. Mereka menolak pengobatan Barat yang berakibat rakyat Kamboja kelaparan dan tidak ada obat sama sekali di Kamboja.Pada November 1978, Vietnam menyerbu RD Kamboja untuk menghentikan genosida besar-besaran yang terjadi di Kamboja. Akhirnya, pada tahun 1989, perdamaian mulai digencarkan antara kedua pihak yang bertikai ini di Paris. PBB memeberi mandat untuk mengadakan gencatan senjata antara pihak Norodom Sihanouk dan Lon Nol.Sekarang, Kamboja mulai berkembang berkat bantuan dari banyak pihak asing setelah perang, walaupun kestabilan negara ini kembali tergoncang setelah sebuah kudeta yang gagal terjadi pada tahun 1997.

Daerah

Kamboja dibagi menjadi 20 provinsi (khett) and 4 kota praja (krong). Daerah Kamboja kemudian dibagi menjadi distrik(srok), komunion (khum), distrik besar (khett), and kepulauan(koh).

  1. Kota Praja (Krong):
  2. Provinsi (Khett):
  3. Kepulauan (Koh):

Geografi

Kamboja mempunyai area seluas 181.035 km2. Berbatasan dengan Thailand di barat dan utara, Laos di timurlaut dan Vietnam di timur dan tenggara. Kenampakan geografis yang menarik di Kamboja ialah adanya dataran lacustrine yang terbentuk akibat banjir di Tonle Sap. Gunung tertinggi di Kamboja adalah Gunung Phnom Aoral yang berketinggian sekitar 1.813 mdpl.

Letak astronomis :
10 LU - 14 LU, 102 BT - 108 BT

Letak geografis :
Utara : Thailand, Laos
Selatan : Teluk Thailand
Barat : Thailand
Timur : Vietnam

Cuaca

Berikut ini tabel cuaca dan curah hujan di Phnom Penh

Bulan

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Agu

Sep

Okt

Nov

Des

Temperatur tertinggi °C (°F)

31 (88)

33 (91)

34 (93)

35 (95)

34 (93)

33 (91)

32 (90)

32 (90)

31 (88)

31 (87)

30 (86)

30 (86)

Temperatur terendah °C (°F)

22 (71)

22 (72)

23 (74)

24 (76)

24 (76)

24 (76)

24 (76)

24 (76)

24 (76)

24 (76)

23 (74)

22 (71)

Curah Hujan:
mm (inci)

7.60 (0.30)

10.2 (0.40)

35.6 (1.40)

78.7 (3.10)

144.8 (5.70)

147.3 (5.80)

152.4 (6.00)

154.9 (6.10)

226.1 (8.90)

251.5 (9.90)

139.7 (5.50)

43.2 (1.70)

Rata-rata per bulan untuk wilayah Phnom Penh - Sumber: Weather.com link

Bentang Alam

Negara ini terletak di Asia Tenggara, berbatasan dengan Thailand di sebelah barat dan Laos di utara. Di sebelah timur berbatasan dengan Vietnam, sedangkan sebelah selatan Laut Cina Selatan. Luas Kamboja yaitu 181.035 km2.

Wilayah bagian tengah Kamboja adalah sebuah basin atau cekungan yang dikelilingi oleh ataran yang luas. Wilayah Kamboja dialiri oleh Sungai Mekong yang merupakan sungai terpanjang di negara ini. Sebelah tenggara cekungan terdapat delta Sungai Mekong, sedangkan di sebelah utara dan barat daya cekungan terdapat beberapa rangkaian pegunungan. Di bagian timur Kamboja berupa dataran tinggi. Berikut ini adalah peta Kamboja,

Ekonomi

Perekonomian Kamboja sempat turun pada masa Republik Demokratik berkuasa. Tapi, pada tahun 1990-an, Kamboja menunjukkan kemajuan ekonomi yang membanggakan.

Kamboja memiliki industri unggulan yaitu pertanian dan turisme.

Pendapatan per kapita di Kamboja adalah 1.266 Dollar AS per tahun. Jumlah ini di dapat berdasarkan sistem pengukuran baru, yang digunakan oleh organisasi-organisasi internasional seperti Bank Dunia.

Dengan metode lama, pendapatan suatu negara dihitung dalam mata uang nasional, dan hasil penjumlahan tersebut diubah ke dalam Dollar AS, sesuai dengan pertukaran mata uang antar bank yang berlaku.

Cara kerja sistem pengukuran yang baru sangat berbeda. Pendapatan per kapita tidak dinyatakan dalam mata uang, tapi dalam daya beli.

Artinya: jumlah pendapatan per kapita sama dengan daya beli yang hanya cukup untuk sejumlah beras, daging, sabun cuci dan lain sebagainya. Mata uang dollar AS digunakan sebagai ukuran umum untuk seluruh dunia.

Sumber Daya Alam

Kamboja memiliki hutan kayu yang paling berharga dan penghasil permata yang paling produktif di dunia (kecuali berlian). Kamboja, sebagian besar wilayahnya merupakan daratan yang subur karena di sana terdapat salah satu sungai terbesar di Asia, yaitu Sungai Mekong.

Sebenarnya, Kamboja bisa menjadi sebuah negara yang kaya. Karena dalam beberapa tahun belakangan ini, kondisinya lebih baik dari Ethiopia, Turki, Peru, Mesir, Afganistan atau Irak. Namun dengan tidak stabilnya kondisi politik, maka kemungkinan pertumbuhan ekonomi tidak dapat terwujud.

GNP per kapita di Kamboja, berdasarkan daya beli hanya sebesar 1.266 Dollar AS per tahun. Sedangkan Thailand sebesar 5.665 Dollar AS, Filipina 2.440 Dollar AS dan Cina sebesar 2.413 Dollar AS. Sebagai perbandingan: GNP per kapita, berdasarkan daya beli, di Jerman sebesar 20.165 Dollar AS dan di Amerika Serikat sendiri sebesar 22.595 Dollar AS.

Budaya

Budaya di Kamboja sangatlah dipengaruhi oleh agama Buddha Theravada. Diantaranya dengan dibangunnya Angkor Wat. Kamboja juga memiliki atraksi budaya yang lain, seperti, Festival Bonn OmTeuk, yaitu festival balap perahu nasional yang diadakan setiap November. Rakyat Kamboja juga menyukai sepak bola.

Penduduk

Kamboja merupakan negara yang berpenduduk nomor dua terkecil di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta jiwa. Mayoritas negara-negara lainnya di Asia Tenggara memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih banyak daripada Kamboja, seperti : Indonesia dengan 210 juta jiwa, Vietnam dengan 80 juta jiwa, Philipina dengan 73 juta jiwa, Thailand dengan 64 juta jiwa, Myanmar 50 juta jiwa dan Malaysia 19.9 juta jiwa. Hanya Laos yang memiliki jumlah penduduk yang kecil dengan hanya 5.5 juta jiwa. Dengan perbandingan, Singapura memiliki jumlah penduduk sekitar 3.4 juta jiwa.Pada tahun 1975, Penduduk Kamboja tercatat berjumlah 7.2 juta jiwa. Selama empat tahun masa kekuasaan dari Khmer merah, jumlah penduduk menurun drastis menjadi hanya 6 juta jiwa, banyak dari mereka yang di bunuh oleh khmer merah tetapi ada juga yang kelaparan dan ada pula yang bermigrasi dalam jumlah yang cukup besar, terutama orang-orang dari etnik Vietnam.Kelompok penduduk yang dominan di Kamboja adalah dari etnik Khmer, sekitar 85 % dari jumlah keseluruhan penduduk kamboja. Sisanya adalah orang dari etnik Vietnam, lalu diikuti oleh orang-orang dari etnik Cina, dan sekitar 100.000 muslim Cham, serta yang terakhir adalah beberapa dari suku primitif.

Rincian Statistik

Setelah 25 tahun terjadi perang saudara, banyak terdapat orang-orang Kamboja yang buta huruf. Menurut laporan dari Asiaweek, pada 6 juli 1994, sekitar 65 % dari penduduk Kamboja di atas umur 15 tahun tidak dapat membaca ataupun menulis.

Persentasi yang tertinggi dalam hal buta huruf di Asia hanya ditemukan di Afghanistan (lebih dari 70 %) dan di Nepal (hampir 75 %). Dengan perbandingan, di Thailand jumlah orang-orang yang buta huruf di atas umur 15 tahun adalah sekitar 7 %, dan di Vietnam sekitar 12 %.

Kematian bayi (meninggal pada saat lahir) di Kamboja adalah 111 per 1.000 kelahiran, hanya bisa di ungguli oleh Bhutan 129 per 1.000 orang dan Afghanistan 164 per 1.000 orang. Di Thailand hanya 26 per 1.000 orang di Vietnam 37 per 1.000 orang, di Jerman 6 per 1.000 orang dan di Jepang 4 per 1.000 orang.

Rata-rata harapan untuk hidup seseorang di Kamboja adalah 51 tahun. Di daerah Asia, yang lebih rendah yaitu Afghanistan 43 tahun.Untuk harapan hidup yang lebih tinggi terdapat Di Thailand 69 tahun, di Vietnam 64 tahun, di Jerman 76 dan di Jepang 79 tahun.

Di Kamboja, terdapat satu orang dokter untuk menangani sekitar 16.365 orang. Di Nepal, terdapat satu orang dokter per 4.361 orang, di Vietnam per 2.857. Di Jerman, untuk satu orang dokter per 333 orang, di Itali,a bahkan satu orang dokter untuk 210 orang.

Kamboja masih menjadi peringkat teratas dalam hal kekurangan sarana telepon umum, dimana 1.212 orang membagi satu telepon. Di Thailand satu telepon untuk 263 0rang. di Vietnam 386 orang per telepon. Di Jerman secara statistik 1,8 orang untuk satu telepon, di Swiss hanya 1,1 orang per telepon.


Mata Pencaharian Penduduk Kamboja

Dengan luas wilayah, 181.035 km2, mata pencaharian sebagian besar penduduk Kamboja bertani, buruh, dan mencari ikan. Penghasilan rata-rata masyarakat Kamboja, di luar Phnom Penh, $20 atau 82.000 Riel (mata uang Kamboja), setara dengan Rp 190.000 per bulan. Namun, di desa dan kampung-kampung, masyarakat amat menggemari transaksi menggunakan Dollar. Terlebih dengan para pendatang.

Tetapi, di pusat Ibu Kota Kamboja, Phonm Penh, pemandangan paradoks menyentak. Mobil-mobil mewah keluaran anyar berkeliaran, memadati jalanan sempit dan semrawut. Dengan $10.000, seseorang dapat memiliki Land Cruiser 4WD baru yang masih kinyis-kinyis keluar dari pabrik.

13 komentar:

ryan mengatakan...

tulisannya kurang gede jadinya nggak jelas........tapi info'y udah lumayan kox ..thanks ya

muara private blog mengatakan...

info tentang negara Kambojanya Mantep banget!!, tapinya Tulisannya kurang gede.

blogger_uuk mengatakan...

thank's banget buat informasinya............aku ketolong banget lho......

blogger_uuk mengatakan...

thank's banget buat informasinya............aku ketolong banget lho......

putri dewanty sarasvati mengatakan...

nice :) .
thank's buat infonya mbak .

Anton mengatakan...

heHe tHx atAs InFo na ..

ocogituloh mengatakan...

Nice info gan!

ocogituloh mengatakan...

nice info gan

Aprilla Puji Lestari mengatakan...

thanks banget ya datanya karena saya bisa mengerjakan tugas saya , sukses buat blognya !

Bella Shaliha mengatakan...

makasi banget.. kebantu banget buat nyelesain tugas sea games aku ;) .. tx a lot

suyamto44 mengatakan...

Numpang KoPas ea artikelnya bagus kuk buat mapel Pelajaran

Dini Permata Putri mengatakan...

makasih nih infonya :) berharga banget :)

Dini Permata Putri mengatakan...

makasih nih infonya :) berharga banget :)